Site icon masbidin.net

Kisah Keteladanan Khalifah Ali bin Abi Thalib Istrinya Fatimah Az-Zahra pada Perang Shiffin

<figure id&equals;"attachment&lowbar;901" aria-describedby&equals;"caption-attachment-901" style&equals;"width&colon; 1013px" class&equals;"wp-caption alignright"><a href&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;kisah-keteladanan-khalifah-ali-bin-abi-thalib-istrinya-fatimah-az-zahra-pada-perang-shiffin&sol;ali-bin-abi-thalib-pada-perang-shiffin&sol;" rel&equals;"attachment wp-att-901"><img class&equals;"size-full wp-image-901" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;10&sol;ali-bin-abi-thalib-pada-perang-shiffin&period;jpg" alt&equals;"kisah keteladanan ali bin abi thalib pada perang shiffin" width&equals;"1023" height&equals;"543" &sol;><&sol;a><figcaption id&equals;"caption-attachment-901" class&equals;"wp-caption-text">dokumen masbidin&lbrack;dot&rsqb;&period;net<&sol;figcaption><&sol;figure>Pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah&comma; ada banyak sekali terjadi fitnah&period; Seharusnya fitnah tersebut menjadi pelajaran bagi umat Islam untuk mengambil hikmah demi menjaga persatuan umat&period; Ditengah-tengah egoisme kepentingan pribadi maupun kelompok&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berbeda dengan tiga khalifah sebelumnya yang mendapatkan suara bulat dari dewan syura’&period; Di bai’atnya Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah tanpa adanya suara utuh&comma; bahkan di dalam kota Madinah sendiri sekalipun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bukan karena tuduhan bahwa sayyidina Ali telah membunuh Utsman &lpar;naudzubillah kalau sampai kita mempercayainya&rpar;<&sol;p>&NewLine;<p>Yang dituntut oleh sayyidah Aisyah pada perang Jamal ialah ketegasan Ali dalam menghukum kaum pemberontak yang telah membunuh sayyidina Utsman&comma; sedangkan untuk bukti maupun terdakwa tentang siapa pelakunya sangat sedikit&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kondisi Ali saat itu juga sedang dikepung oleh banyaknya kaum Munafik&comma; hal ini dapat dimaklumi karena banyak sahabat yang pergi meninggalkan Madinah setelah Rasulullah wafat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Baik dari yang mati syahid ataupun menetap di daerah baru dengan tujuan meneruskan penyebaran Islam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Alhasil&comma; kaum muslimin di Madinah justru banyak orang-orang Munafik yang sejak zaman Nabi hidup sudah terlihat kemunafikannya &lpar;enggan untuk berdakwah dan berjihad di jalan Allah&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maksud Ali bin Abi Thalib menunda mahkamah &lpar;Hadd&rpar; atas pembunuhan Utsman bin Affan ialah untuk menghindari perpecahan golongan antara Anshor dan Muhajirin di Madinah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena dengan akal-liciknya kaum munafik selalu berusaha untuk memisahkan tali silaturahim antara dua golongan ini&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bahkan demi terlaksananya mahkamah ini&comma; sayyidina Ali memindahkan pemerintahan ke tempat yang netral&comma; Kufah supaya dapat terlepas dari pengaruh kaum munafik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>TIdak heran&comma; apabila dikemudian hari&comma; Muawiyyah mengikutinya juga dengan memilih untuk memindahkan  pusat pemerintahan ke Damaskus&comma; dengan alasan untuk menghindari kaum munafik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kedudukan Ali saat itu juga diperparah dengan bertambah fanatiknya golongan Syi’ah Kadzabiyah &lpar;seperti gerakan Nabi Palsu dengan mencoba mengangkat Ali sebagai Nabi dan Putra Tuhan&rpar; telah ada dari zaman Abu Bakar&period;<&sol;p>&NewLine;<hr &sol;>&NewLine;<h3><strong>Maksud Pawai Militer Muawiyyah<&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<hr &sol;>&NewLine;<p>Pada awalnya maksud dan tujuan Muawiyah dengan 20&period;000 orang pasukan ialah untuk memberikan dorongan moral kepada Ali bin Abi Thalib yang sedang dikepung oleh golongan Munafikun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Juga sekaligus untuk berjaga-jaga apabila mahkamah hadd dilaksanakan&comma; kemudian terjadi perang saudara antara Muhajirin dan Anshor karena hasutan oleh kaum munafik&period; Muawiyah dapat dengan segera membantu meredam dengan pasukannya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Muawiyah berniat memberikan dukungan moral dan menjaga independensi keputusan Ali berkaitan akan digelarnya mahkamah atas peristiwa pembunuhan Ustman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun  issu yang telah dihembuskan oleh kaum munafik &lpar;pimpinan Abdullah bin Saba’&rpar; ialah bahwa&comma; Muawiyah bermaksud memberontak&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Maka atas dasar ini kaum munafik mendorong Ali bin Abi Thalib untuk keluar dan membatalkan mahkamah &lpar;Hadd&rpar; atas pembunuh Utsman dikarenakan ada pemberontak yang sedang menuju Madinah&period; Supaya bisa lolos dari hukuman&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebenarnya sayyidna Ali sendiri lebih suka menyambut pawai atas datangnya pasukan dari Damaskus sebagai tamu&period; Karena Ali mengetahui jelas&comma; bahwa Muawiyah bukanlah sosok pemberontak&comma; dan pasti memiliki maksud baik dari kedatanganya&period; Sebagaimana pujian beliau saat ditanya tentang sosok Muawiyah<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;bahwa Muawiyah ialah orang yang paling baik adabnya diantara kami”<&sol;p>&NewLine;<p>Namun salah seorang panglima dari pasukan sayyidina Ali merupakan golongan munafik sehingga malah memulai pertempuran terlebih dulu dan pecahlah perang Shiffin&period;<&sol;p>&NewLine;<hr &sol;>&NewLine;<h3><strong>TAHKIM&comma; Perdamaian Demi Terjaganya Keutuhan Ummat<&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<hr &sol;>&NewLine;<p>Amr bin Ash merupakan salah seorang sahabat Nabi yang memiliki strategi perang dan politik hebat sehingga dikagumi oleh orang Romawi&period; Sehingga dapat membaca&comma; bahwa perang ini merupakan buah dari provokasi  kaum Munafik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terlebih setelah sahabat Amar bin Yasir meninggal pada pertempuran&period; Tewasnya beliau memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kedua belah pihak&comma; dimana sebelumnya Rasulullah <strong>صَلَّى اللهْ عَلَيْهِ وَ سَلَّمْ<&sol;strong>  pernah berkata kepada Amar&comma; bahwa dia tidak meninggal&comma; kecuali apabila terbunuh antara dua kelompok orang-orang mukmin<&sol;p>&NewLine;<p>Oleh Karena itu&comma; Amr bin Ash berijtihad dengan memerintahkan seorang prajurit untuk menombak al-Qur’an dan mengangkatnya agar dapat menghentikan perang&comma; kemudian melakukan evaluasi sekaligus mengidentifikasi mana yang benar-benar  golongan mu’min asli dan mana kaum munafik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena kaum munafik pasti menginginkan perang terus berlanjut&comma; sedangkan orang-orang mukmin pasti meletakkan senjata menunggu ijtihad dari para ulama dan umara’ sesuai al-Qur’an&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selama berlangsungnya proses Tahkim dan musyawarah antara sahabat pilihan Nabi inilah&comma; kebenaran nyata tentang orang mu’min sejati dan kaum munafikun terbongkar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian orang mukmin meletakkan senjatanya dengan ikhlas&comma; terlebih  yang berada di pihak Ali bin Abi  Thalib&period; Kaeran orang mukmin yang berada pada pihak Ali pasti menanggalkan egoisme pribadi mereka&period; Bahkan mereka dengan suka rela meletekkan senjata&comma; meskipun kemenangan mereka sudah nyata-nyata di depan mata&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan orang munafik&comma; mereka tetap tidak rela untuk meletakkan senjata dan  kemudian terus membujuk Sayyidina Ali supaya melanjutkkan peperangan&period; karena kemenangan hanya tinggal selangkah lagi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun Sayyidina Ali merupakan orang yang mengutamakan kepentingan umat dan persatuan umat&period; Sehingga untuk apa sebuah kemenangan&comma; kalau persatuan dan kesatuan umat terkoyakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebenarnya hasil dari tahkim itu sendiri berisi&comma; bahwa sayyidina Ali bin Abi Thalib ditetapkan untuk membawahi wilayah Iraq beserta penduduknya&comma; sedangkan Muawiyah ditetapkan untuk membawahi wilayah Syam beserta para penduduknya&comma; dan tidak diperbolehkan lagi ada pertempuran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun fakta sejarah kemudian menjelaskan&comma; bahwa saat itu Sayyidina Ali dikelilingi oleh golongan orang-orang munafik yang berperang untuk kepentingan pribadi&period; Bahkan dari penduduk Kufah sendiri juga mengkhianati beliau&period;<&sol;p>&NewLine;

Exit mobile version