Site icon masbidin.net

Rumah Adat Minangkabau Bagonjong (Rumah Gadang) Berserta Penjelasannya

<p><span style&equals;"color&colon; &num;3366ff&semi;"><a style&equals;"color&colon; &num;3366ff&semi;" href&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noopener noreferrer"><strong>Rumah Adat Minangkabau <&sol;strong><&sol;a><&sol;span>&&num;8211&semi; <strong>Rumah Gadang Berasal dari Provinsi Sumatera Barat&comma; Indonesia <&sol;strong>adalah salah satu rumah adat dengan ciri khas tersendiri yang sampai sekarang masih sering dijumpai&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rumah Gadang juga biasa disebut dengan nama Rumah Bagonjong oleh masyarakat setempat&period; Selain Rumah Bagonjong juga masih ada lagi sebutan lainnya yaitu Rumah Baanjuang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Model rumah seperti ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan&comma; Malaysia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tetapi tidak semua kawasan di Minangkabau &lpar;darek&rpar; boleh dibangun rumah adat ini&comma; karena hanya kawasan yang telah memiliki status sebagai &OpenCurlyDoubleQuote;nagari” saja Rumah Gadang ini dapat didirikan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Begitu pula pada kawasan yang disebut dengan rantau&comma; rumah adat seperti ini juga dulunya tidak ada yang diabnagun oleh para perantau di Minangkabau&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong><span style&equals;"color&colon; &num;000000&semi;">Fungsi Rumah Adat Minangkabau &lpar;Rumah Gadang&rpar;<&sol;span><&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1139" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1139" style&equals;"width&colon; 1014px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1139 size-large" title&equals;"Fungsi Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar;" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Fungsi-Rumah-Adat-Minangkabau-1-1024x768&period;jpeg" alt&equals;"Fungsi Rumah Adat Minangkabau Bagonjong -Rumah Gadang - masbidin&period;net" width&equals;"1024" height&equals;"768" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1139" class&equals;"wp-caption-text">indonesia-tourism&lbrack;dot&rsqb;com<&sol;figcaption><&sol;figure>Meskipun sebagai tempat tinggal bersama seperti rumah pada umumnya&comma; Rumah Gadang memiliki ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan tersendiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketentuan-ketentuan tersebut misalnya jumlah kamar bergantung pada jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya&period; Kemudian setiap perempuan yang telah bersuami dalam kaum tersebut memperoleh sebuah kamar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara perempuan tua dan anak-anak mendapatkan kamar di dekat dapur&period; Sedangkan untuk perempuan yang masih gadis remaja mendpatkan kamar bersama di ujung yang lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Semua bagian dari Rumah Gadang merupakan ruangan lepas kecuali unntuk kamar tidur&period; Pada bagian dalam terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai dengan tiang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tiang tersebut berbanjar dari depan ke belakang dan dari kiri ke kanan&period; Untuk tiang yang berbanjar dari depan ke belakang menunjukkan lanjar&comma; sedangkan tiang dari kiri ke kanan menunukkan ruang&period; Jumlah lanjar ini juga bergantung dari besar rumah&comma; bisa dua&comma; tiga dan empat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ruangannya sendiri terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga sampai sebelas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada umummnya Rumah Gadang dibangun diatas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku&sol;kaum secara turun temurun dan hanya dimiliki dan diwarisi dari dan kepada perempuan pada suku tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Biasanya pada halaman depan Rumah Gadang selalu terdapat dua buah bangunan Rangkiang yang digunakan untuk menyimpan padi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya Rumah Gadang terdapat ruang anjung &lpar;Bahasa Minang&colon; anjuang&rpar; yang digunakan sebagai tempat tempat penobatan kepala adat atau pengantin bersanding&comma; karena itu rumah Gadang dinamakan juga sebagai rumah Baanjuang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Anjung yang terdapat pada kelarasan Koto-Piliang menggunakan tongkat penyangga&comma; sedangkan pada kelarasan Bodi-Chaniago tidak menggunakan tongkat penyangga di bagian bawahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perihal ini sesuai dengan filosofi yang dipercaya oleh kedua golongan masing-masing&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada golongan pertama meyakini prinsip pemerintahan hirarki bahwa menggunakan anjung yang menggunakan tongkat penyangga&comma; sedangkan pada golongan kedua anjuang tersebut seolah-olah mengapung di udara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu tidak jauh dari komplek Rumah Gadang biasanya juga dibangun surau kaum yang berfungsi sebagai sarana tempat ibadah&comma; tempat pendidikan dan juga menjadi tempat tinggal lelaki dewasa suku tersebut yang belum menikah&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong><span style&equals;"color&colon; &num;000000&semi;">Arsitektur Rumah Adat Minangkabau &lpar;Rumah Gadang&rpar;<&sol;span><&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1140" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1140" style&equals;"width&colon; 838px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1140 size-full" title&equals;"Arsitektur Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar;" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Arsitektur-Rumah-Adat-Minangkabau&period;jpg" alt&equals;"Arsitektur Rumah Adat Minangkabau Bagonjong - Rumah Gadang - masbidin&period;net" width&equals;"848" height&equals;"565" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1140" class&equals;"wp-caption-text">triyanov1&lbrack;dot&rsqb;blogspot&lbrack;dot&rsqb;com<&sol;figcaption><&sol;figure>Rumah adat Minangkabau ini mempunyai keunikan tersendiri yaitu terletak pada bentuk arsitekturnya&period; Bentuk puncak dari atapnya yang runcing&comma; menyerupai bentuk tanduk kerbau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dahulunya atap runcing ini dibuat dari bahan ijuk yang dapat bertahan hingga puluhan tahun&period; Tetapi belakangan ini atap Rumah Gadang banyak berganti bahan dengan menggunakan atap seng&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rumah adat Minangkabau ini diabangun berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian&comma; depan dan belakang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada bagian depan dari Rumah Gadang&comma; umumnya penuh dengan ukiran ornamen dan biasanya bermotif akar&comma; daun&comma; bunga serta bidang persegi empat dan jajar genjang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan pada bagian belakang &lpar;luar&rpar; dilapisi dengan belahan bambu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rumah tradisional asli Minangkabau ini diabangun dari tiang-tiang panjang&comma; bangunan rumah yang dibuat besar ke atas&comma; namun tidak gampang rebah oleh goncangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu setiap elemen dari Rumah Gadang memiliki makna tersendiri yang dilator belakangi oleh tambo yang ada pada adat dan budaya masyarakat Miangkabau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada umumnya Rumah Gadang atau Rumah Adat Minangkabau memiliki satu tangga yang terletak pada bagian depan remah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sementara pada dapur dibangun terpisah di bagian belakang rumah yang didempet dengan dinding&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Karena letak wilayah Minangkabau berada di pegunungan Bukit Barisan dan rawan gempa sejak dulunya&comma; maka arsitektur Rumah Gadang juga memperhitungkan desain yang tahan akan gempa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Semua tiang Rumah Gadang tidak ditanamkan ke dalam tanah&comma; namun lebih bertumpu di atas batu datar yang kuat dan lebar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu seluruh sambungan dari setiap pertemuan tiang dan kasau &lpar;kaso&rpar; besar tidak menggunakan paku&comma; melainkan memakai pasak yang terbuat dari kayu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apabila terjadi bencana gempa maka Rumah Gadang akan bergeser secara fleksibel seolah menari di atas batu datar atau tempat tonggak tiang berdiri&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Begitu juga setiap sambungan yang dihubungkan dengan pasak kayu&period; Ia akan bergerak secara fleksibel&comma; sehingga Rumah Gadang yang dibangun dengan benar maka akan dapat bertahan terhadap gempa&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong><span style&equals;"color&colon; &num;000000&semi;">Ukiran Rumah Adat Minangkabau &lpar;Rumah Gadang&rpar;<&sol;span><&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1141" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1141" style&equals;"width&colon; 934px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1141 size-full" title&equals;"Ukiran Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar;" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Ukiran-Rumah-Adat-Minangkabau&period;jpg" alt&equals;"Ukiran Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar; masbidin&period;net" width&equals;"944" height&equals;"585" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1141" class&equals;"wp-caption-text">wacana&lbrack;dot&rsqb;co<&sol;figcaption><&sol;figure>Pada bagian dinding depan Rumah Gadang terbuat dari bahan papan&comma; sedangkan pada bagian belakang dari bahan bambu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Papan dinding dipasang secara vertical dan semua papan yang menjadi dinding ataupun bingkai diberi ukiran&comma; sehingga seluruh dinding yang terbuat dari papan akan terdapat ukiran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Penempatan motif ukiran sesuai pada susunan dan letak papan pada dinding Rumah Gadang&period; Pada dasarnya ukiran dalam Rumah Gadang merupakan ragam hias sebagai pengisi dinding dalam bentuk garis melingkar ataupun persegi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada umumnya motifnya yang digunakan adalah tumbuhan merambat&comma; akar yang berdaun&comma; berbunga dan berbuah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk pola akar biasanya berbentuk lingkaran&comma; akar berjajaran&comma; berjalinan&comma; berhimpitan dan juga sambung menyambung&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Disamping itu ada juga ranting akar berkeluk ke luar&comma; dalam&comma; atas dan ke bawah&period; Selain motif akar&comma; motif lain yang dapat ditemui yaitu motif geometri bersegi tiga&comma; empat dan jajar genjang&period; Motif daun&comma; bunga ataupun buah bisa juga diukir tersendiri maupun secara berjajaran&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong><span style&equals;"color&colon; &num;000000&semi;">Proses Pembuatan Rumah Adat Minangkabau &lpar;Rumah Gadang&rpar;<&sol;span><&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1143" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1143" style&equals;"width&colon; 790px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1143 size-full" title&equals;"Proses Pembuatan Rumah Adat Miangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar;" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Proses-Pembuatan-Rumah-Adat-Minangkabau&period;jpg" alt&equals;"Proses Pembuatan Rumah Adat Miangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar; masbidin&period;net" width&equals;"800" height&equals;"515" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1143" class&equals;"wp-caption-text">dewantorobimo&lbrack;dot&rsqb;wordpress&lbrack;dot&rsqb;com<&sol;figcaption><&sol;figure>Menurut tradisi yang ada&comma; tiang utama pada Rumah Gadang atau yang biasa disebut tonggak tuo berjumlah empat buah&sol;batang ini diambil dari hutan secara gotong royong oleh anak nagari&comma; terutama oleh kaum kerabat&comma; dan melibatkan puluhan orang&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pada umumnya batang pohon yang ditebang adalah pohon juha yang telah tua dan lurus &lpar;karena dipakai sebagai tiang&rpar; dengan diameter antara 40cm hingga 60cm&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pohon juha ini dipilih sebagai bahan tiang karena terkenal akan kayunya yang keras dan kuat&period; Setelah dapat dan ditebang kemudian batang pohon juha di bawa ke dalam nigari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Namun batang pohon juha tersebut tidak langsung digunakan melainkan harus direndam dalam kolam milik kaum atau keluarga besar terlebih dulu selama bertahun-tahun sebelum akhirnya digunakan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Setelah kurun waktu yang telah ditentukan batang pohon juha tersebut lalu diangkat untuk digunakan sebagai tonggak tuo&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Prosesi pengangkatan pohon juha yang telah direndam ini disebut sebagai mambangkit batang tarandam atau membangkitkan pohon yang direndam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kemudian proses pembangunan Rumah Gadang berlanjut ke proses berikutnya yaitu mendirikan tonggak tuo atau tiang utama sebanyak empat tiang yang dipandang untuk menegakkan kebesaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sebagai catatan&colon; Batang pohon yang telah direndam selama bertahun-tahun kemudian akan menjadi sangat keras dan tidak bisa dimakan oleh rayap&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sehingga batang pohon tersebut dapat bertahan sebagai tonggak tuo &lpar;tiang utama&rpar; selama ratusan tahun&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perendaman batang pohon juha yang akan diguakan sebagai tonggak tuo selama bertahun-tahun tersebut adalah salah satu kunci yang membuat Rumah Adat Minangkabau atau Rumah Gadang tradisional ini mampu bertahan sampai ratusan tahun melintasi zaman&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong><span style&equals;"color&colon; &num;000000&semi;">Bangunan yang  Mengadopsi Rumah Adat Minangkabau &lpar;Rumah Gadang&rpar;<&sol;span><&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1142" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1142" style&equals;"width&colon; 841px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1142 size-full" title&equals;"Desain Gerbang Eflating Adopsi Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar;" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Gerbang-Efteling-Adopsi-Rumah-Adat-Minangkabau&period;jpg" alt&equals;"Desain Gerbang Eflating Adopsi Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar; masbidin&period;net" width&equals;"851" height&equals;"558" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1142" class&equals;"wp-caption-text">wikimedia&lbrack;dot&rsqb;org<&sol;figcaption><&sol;figure>Ternyata keunikan bentuk atap Rumah Gadang yang melengkung dan lancip ini telah menginspirasi beberapa arsitek di belahan dunia lain&comma; seperti Ton van de Ven di Negera Belanda yang telah mengadopsi desain Rumah Gadang untuk bangunan The House of the Five Senses&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bangunan yang mulai dioperasikan sejak tahun 1996 itu digunakan sebagai gerbang utama pada sebuah Taman Hiburan di Belanda bernama Efteling&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bangunan  dengan tinggi 52 M dan luas atap 4500 M² itu merupakan bangunan dengan konstruksi kayu dan atap jerami yang paling besar di dunia berdaasarkan Guinness Book of Records&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu desain Rumah Gadang yang banyak terdapat di Negeri Sembilan juga merupakan adopsi dari bangunan paviliun Malaysia pada World Shanghai Expo 2010 yang diadakan di Shanghai&comma; China tahun 2010&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong><span style&equals;"color&colon; &num;000000&semi;">Simbol yang Terdapat pada Rumah Adat Minangkabau &lpar;Rumah Gadang&rpar;<&sol;span><&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1148" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1148" style&equals;"width&colon; 892px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1148 size-full" title&equals;"Simbol Atap Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar;" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Simbol-Atap-Rumah-Adat-Minangkabau-Bagonjong&period;jpg" alt&equals;"Simbol Atap Rumah Adat Minangkabau Bagonjong &lpar;Rumah Gadang&rpar;" width&equals;"902" height&equals;"366" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1148" class&equals;"wp-caption-text">doc-masbidin&lbrack;dot&rsqb;net<&sol;figcaption><&sol;figure>Bagian atap yang melengkung dan lancip pada Rumah Gadang atau yang biasa disebut sebagai Gonjong ini menjadi salah satu simbol atau ikon bagi masyarakat Minangkabau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain itu ada juga ikon lain masyarakat Miangkabau yaitu seperti warna emas-kuning-merah-hitam&comma; rendang&comma; dan lainnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hampir pada semua kantor pemerintahan di Sumatera Barat menggunakan desain Rumah Gadang dengan atap gonjongnya&comma; meskipun dibangun secara permanen dengan semen dan batu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Simbol gonjong ini juga digunakan pada bagian depan rumah makan Padang yang terdapat di berbagai daerah di luar Sumatera Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Logo-logo lembaga ataupun perkumpulan masyarakat Minangkabau juga banyak yang menggunakan ikon gonjong dengan berbagai variasinya&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong>Sejarah Rumah Gadang&sol;Rumah Minangkabau Negeri Sembilan<&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1137" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1137" style&equals;"width&colon; 888px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1137 size-full" title&equals;"Sejarah Rumah Gadang&sol;Rumah Minangkabau Negeri Sembilan" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Rumah-Adat-Minangkabau&period;jpg" alt&equals;"Sejarah Rumah Gadang&sol;Rumah Adat Minangkabau Negeri Sembilan Provinsi Sumatra masbidin&period;net" width&equals;"898" height&equals;"570" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1137" class&equals;"wp-caption-text">dodirullyandapgsd&lbrack;dot&rsqb;blogspot&lbrack;dot&rsqb;co&lbrack;dot&rsqb;id<&sol;figcaption><&sol;figure>Bagi orang yang merantau dan telah meraih kesuksesan serta dapat membantu kampung halaman termasuk keluarga yang tengah menderita merupakan suatu hal yang dipuji&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tindakan seperti ini banyak terjadi di Indonesia yang biasanya dilakukan oleh &OpenCurlyDoubleQuote;Keluarga Besar A”&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;Keluarga Besar B”&comma; atau &OpenCurlyDoubleQuote;Paguyuban Warga Kampung A” maupun &OpenCurlyDoubleQuote;Paguyuban Warga Kampung B”&comma; dan lain-lain&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Di Malaysia&comma; hal seperti itu banyak dilakukan oleh mukimin dari Minangkabau di Seremban&comma; Negeri Sembilan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bantuan terhadap kampung halaman juga sudah mulai terwujud&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kami berkumpul di organisasi yang sudah terdaftar di pemerintah&comma; Pertubuhan Kebijakan Masyarakat Minang Daerah Seremban Negeri Sembilan Darul Khusus&comma;” kata salah satu pimpinan dari perkumpulan&comma; Fauzi Hj Abdur Rahma&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat ditemui di salah satu toko latihan mengemudi di Seremban&comma; sekitar 50 KM selatan Kuala Lumpur&comma; nampak pengurus perkumpulan Minang itu tengah melakukan musyawarah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami sedang mendiskusikan rencana pertemuan besar sebagai ajang silaturahmi&comma; sekaligus untuk membuat semacam kartu anggota&comma; dan rencana mengumpulkan dana secara bersama untuk dikirimkan ke wilayah Minangkabau&comma; Sumatera Barat&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pertubuhan akan mendata kemudian memberikan kartu biru dan merah kepada warga asli asal Minang&period; Kartu biru untuk mereka yang sudah menjadi warga negara Malaysia sedangkan kartu merah untuk yang masih menjadi warga negara Indonesia&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selama ini&comma; masing-masing dari mereka memang telah mengirim bantuan untuk keluarga di tanah leluhur&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Sekarang ini kami sedang mencoba untuk mengirim dana secara bersama-sama agar terasa besar manfaatnya sehingga bisa memperbaiki ataupun membangun masjid&comma; madrasah&comma; serta sarana masyarakat lainnya&comma;” Fauzi menambahkan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Para pengurus pertubuhan tersebut tertarik saat mengetahui bahwa Kompas melalui DKK &lpar;Dana Kemanusiaan Kompas&rpar; juga telah banyak membantu masyarakat Sumatera Barat yang sedang menderita&period;<&sol;p>&NewLine;<p>DKK yang mengumpulkan sumbangan dari para dermawan pembaca Kompas&comma; paling tidak&comma; sudah membantu perbaikan gizi lebih dari 900 anak balita gizi buruk di provinsi Sumatra Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami juga akan melakukan seperti DKK&comma; memperhatikan kemuudian membantu keluarga yang sedang menderita di tanah kelahiran&comma;” kata Hasyim yang juga hijrah ke Negeri Sembilan saat masih muda pada tahun 1941&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Negeri Sembilan yang beribukota di Seremban mempunyai mukimin asal Minang terbesar di Malaysia&period; Namun tidak ada data pasti &lpar;resmi&rpar; terkait mukimin itu&period; Fauzi hanya menjawab&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;ribuan”&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Walaupun demikian&comma; hubungan dekat Negeri Sembilan dengan Sumatera Barat sudah terjalin sejak ratusan tahun yang lalu&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Saat Pelabuhan Port Dickson mulai dikembangkan pada tahun 1500 M&comma; sehingga berbondong-bondonglah orang dari luar Negeri Sembilan yang masuk dan mencoba peruntungan disana&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tidak terkecuali di antara mereka yang telah masuk melalui Port Dickson yang merupakan para perantau dari Sumatera Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Juga tidak ada data resmi mulai kapan masyarakat Sum Sumatra melintasi Selat Malaka&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Menurut orang-orang tua dulu&comma; para leluhur mereka mulai masuk di saat Kerajaan Pagaruyung masih berjaya di Tanah Minangkabau&comma; yaitu sekitar tahun 1718&comma;” kata Fauzi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berbagai data yang terdapat di Kompas menyebutkan&comma; Pagaruyung adalah ibu kota Kerajaan Minangkabau pada zaman dulu yang lokasinya terletak di Provinsi Sumatra Barat bagian tengah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam Perang Paderi&comma; Kerajaan Pagaruyung yang awalnya dikuasai oleh kaum Paderi lalu dihancurkan oleh penjajah Belanda sehingga perkembangannya merosot drastis dan sekarang menjadi satu kota kecil saja&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Berdasarkan data lain menyebutkan bahwa setelah meninggalnya Sultan Achmad Syah sekitar tahun 1679 &lpar;Raja Minangkabau yang merupakan keturunan Hindu-Jawa telah masuk Islam&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Terjadilah suatu perang perebutan kekuasaan di Pagaruyung ini antara keturunan raja Hindu-Jawa dan para pengikutnya dengan para penguasa di Sungai Tarab dan Batipuh&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Perang saudara ini akhirnya dimenangkan oleh pihak Sungai Tarab dan Batipuh&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Alasan pasti terkait orang-orang Minangkabau berbondong-bondong menyeberang dan masuk ke Negeri Sembilan juga belum diketahui&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apakah karena ingin menyelamatkan diri dari berbagai kejadian waktu itu&comma; atau karena memang memiliki jiwa perantau dan pedagang yang mendalam atau bahkan karena dua-duanya yang saling berkaitan&quest; Wallahu a’lam&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Yang pasti&comma; perpindahan masyarakat Minangkabau ke Negeri Sembilan juga dengan membawa segala tradisi&comma; tidak terkecuali arsitektur rumah gadang atau bagonjong &lpar;bertanduk&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ketika ada sebuah perhelatan dengan menggunakan pakaian adat saja misalnya&comma; akan ditemukan banyak perempuan Seramban ataupun Negeri Sembilan yang menggunakan penutup kepala bagonjong layaknya pakaian adat Minangkabau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Arsitektur Museum Seramban juga menggunakan model rumah besar bertanduk&comma; rumah gadang bagonjong&comma; seperti yang banyak kita ditemui di Sumatera Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<h3><strong>Filosofi Rumah Gadang&sol;Rumah Adat Minangkabau<&sol;strong><&sol;h3>&NewLine;<figure id&equals;"attachment&lowbar;1268" aria-describedby&equals;"caption-attachment-1268" style&equals;"width&colon; 888px" class&equals;"wp-caption aligncenter"><img class&equals;"wp-image-1268 size-full" title&equals;"Filosofi Rumah Gadang &lpar;Rumah Adat Minagkabau&rpar;" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;masbidin&period;net&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2016&sol;11&sol;Filosofi-Rumah-Adat-Minangkabau&period;jpg" alt&equals;"Filosofi Rumah Gadang &lpar;Rumah Adat Minagkabau&rpar; dalam falsafah hidup" width&equals;"898" height&equals;"570" &sol;><figcaption id&equals;"caption-attachment-1268" class&equals;"wp-caption-text">doc-masbidin&lbrack;dot&rsqb;net<&sol;figcaption><&sol;figure>Hakekat dari rumah gadang&comma; baik itu dari gaya seni bina&comma; hiasan bagian dalam dan luar&comma; pembinaan dan fungsi rumah adalah bentuk aktualisasi falsafah hidup orang Minangkabau atau dalam pepatah alam takambang jadi guru&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rumah Gadang&comma; dapat dikatakan sedikit tergilas dengan rumah dengan gaya arsitektur modern baik itu dari bentuk ataupun fungsinya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Meskipun demikian tak dapat menafikan pada beberapa daerah yang masih kental dengan adat dan budaya&comma; masih melestarikan serta menggunakan Rumah Gadang dalam kehidupannya dengan baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ada juga yang masih dirawat dengan baik dan berdiri kokoh bersama dengan megahnya&period; Deretan Rumah Gadang tersebut dapat kita dijumpai di Kabupaten Solok Selatan atau yang dijuluki dengan &OpenCurlyDoubleQuote;Seribu Rumah Gadang”&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Sedangkan pada jejeran Rumah Gadang lainnya berada di Kota Solok Kabupaten Solok dan Kabupaten Dharmasraya serta beberapa daerah lainnya di Propinsi Sumatera Barat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Apabila ditinjau dari filosofinya&comma; Rumah Gadang disebut gadang atau besar bukan hanya karena bentuknya yang besar saja&period; Namun jika diamati dari fungsi juga sangat besar&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Hal ini tertuang dalam ungkapan yang sering kita dengar dari tetua-tetua adat ketika membicarakan masalah Rumah Gadang tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ungkapan tetua-tetua adat tersebut kurang lebih seperti ini&colon; &OpenCurlyDoubleQuote;Rumah Gadang basa batuah&comma; Tiang banamo kato hakikat&comma; Pintunyo banamo dalil kiasan&comma; Banduanyo sambah-manyambah&comma; Bajanjang naik batanggo turun&comma; Dindiangnyo panutuik malu&comma; Biliak­nyo aluang bunian”&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dari ungkapan tersebut dapat kita pahami bahwa fungsi Rumah Gadang&comma; mencakup bagian keseluruhan kehidupan maupun keseharian orang Minangkabau&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Baik itu sebagai tempat tinggal keluarga dan merawat keluarga&period; Termasuk juga sebagai pusat melaksanakan berbagai upacara&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Bahkan diatur juga tempat &lpar;kamar&rpar; perempuan yang telah berkeluarga dan yang belum&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Rumah Gadang mempunyai fungsi sebagai tempat bermufakat&period; Rumah Gadang juga merupakan bangunan pusat dari seluruh anggota keluarga dalam membicarakan berbagai hal dalam sebuah suku&comma; kaum ataupun nagari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Untuk inspirasi desain rumah lebih banyak lagi bisa klik <a href&equals;"http&colon;&sol;&sol;avantela&period;com&sol;" target&equals;"&lowbar;blank" rel&equals;"noopener noreferrer">Avantela<&sol;a> atau langsung saja ke avantela&period;com<&sol;p>&NewLine;

Exit mobile version