Bintang-bintangku, Sinar Cahayaku Berbanggalah dengan Memberanikan Dirimu

Bintang-bintangku, Sinar Cahayaku Berbanggalah dengan Memberanikan Dirimu

Bintang bintangku sinar cahayaku maafkan diri yang lemah ini. Mungkin engkau marah, kecewa, dan ingin menghujat pada diri ini. Tidaklah mengapa, karena diri ini kan memahami akan lisanku yang kurang pandai bertitah.

Namun bukan berarti ketika diri ini berlaku demikian tanpa tujuan. Kalian semua mungkin tidak mengetahui betapa diriku (terpakasa) harus belajar. Aku yang sebelumnya tidak pernah (berani)  terlihat di depan dan sekarang aku harus selalu siap dengannya.

Bukan karena diriku tak mau tampil pada kesempatan kali ini, bahkan aku harus merelakan kesempatan yang aku dambakan. Bisa bersilaturahim denga teman-teman baru

merupakan sesuatu yang aku harapkan dan paling aku senangi

Karena disana aku bisa merasakan kecerian baru yang mana tidak akan pernah aku dapati sebelumya. Aku bisa tertawa dengan suasana yang belum pernah aku menduganya.

Aku meyakini akan hal itu di setiap silaturahim dan yang terpenting dan bernilai ialah silaturahim itu sunnah.

Sayang sekali hari ini aku melewatnya demi mendapatkan kemarahan, kekecewaan bahkan hujatan kalian, aku minta maaf karena aku bisa memahaminya.

Disini pertama kalinya diriku menerima amanah sebagai sosok yang harus selalu siap dan berada paling depan. Bagiku ini bukan hal mudah, aku merasakan belajar banyak hal darinya.

Aku juga ingin kalian memiliki pengalaman ini, lebih tepatnya mempelajarinya. Aku tidak ingin kalian selalu mengandalkan orang lain, karena kalian seorang lelaki. Kalian seorang pemimpin bagi diri sendiri, kalian pemimpin untuk calon keluarga.

Ketika aku merasa hal ini bukan hal yang mudah dan sesuatu yang harus dilatih, maka aku tidak mau kalian mendapati sebagai pemimpin tanpa pembelajaran sebelumnya.

Mungkin diantara kalian ada yang beranggapan “ah seperti ini saja, nanti juga bisa sendiri”.

Bagiku sama sekali tidak seperti itu, kenapa?

Diriku merasa sangat bersalah dan lemah sebagai seorang pemegang amanah. Bahkan ketika ada seseorang datang untuk bertanya sesuatu yang kalian mengetahuinya, kalian masih saja menantikan diriku, sedang kalian diam tanpa keberanian.

Disini aku merasa sangat malu kepada diri sendiri, apa perananku selama ini. Hal kecil seperti ini haruslah diriku sendiri. Bagaimana kalau kita yang membutuhkan dan harus bertanya?

Memberanikan diri untuk mengenal dan bersosial dengan orang lain bukan perkara mudah. Akan tetapi siapapun harus melakukannya tidak peduli engkau tidak butuh, engkau pemalu, tidak berani dan bahkan ketika engkau harus menahan malu dengan kesalahan sekalipun.

Untuk apa?

Banyak hal namun yang terpenting dan terbaik ialah ketika engkau dapati dalam waktu yang sama, suasana yang sama, berawal dari titik yang sama akan tetapi hasil yang engkau berikan tak bujung pada harapanmu. Sehingga agar engkau temui cambuk pada dirimu untuk menjadi lebih baik.

“Karena tidak semua orang mau melawati jurang demi sebongkah berlian, akan tetapi mereka mau melawatinya tanpa setitik berlianpun jika saja ada singa yang hendak memakannya” (pesan guru)

Sehingga melatih diri dengan selalu mengandalkan diri sendiri merupakan jalan terbaik.

Bahkan aku harus memaksa diri, akan tetapi aku tidak ingin kalian memilih langkah “terpaksa” ini. Melainkan menempuh jalan pembelajaran, pengetahuan, pengalaman.

Aku ingin setiap dari kita bisa mengandalkan diri masing-masing. Menjadi icon bagi diri sendiri, dengan bangga mengedepankan diri sendiri.

menjadi ikon dengan memilih diri sendiri tanpa mengajukan orang lain

Untuk apa?

Agar setiap dari kita selalu belajar dan harus mau belajar untuk memperbaiki diri. Tidak jarang dari kita ketika ada seseorang yang dengannya bisa dan mau untuk diajukan. Kita  pasti memilih untuk berdiam seolah merasa aman tanpa mau mencoba.

Justru langkah arogan terhadap diri sendiri yang engkau merasa aman dengannya akan membawa pada jurang keterbatasan. Bukankah ini waktumu untuk menggapai ilmu, menjamahi lalu mencobanya sebelum engkau keluar untuk membuktikannya.

Hellooo !!!!

Kita semua laki-laki, kita seorang pemimpin!!!

Diriku yang selalu tertutup, tidak akan mau bercerita masalah dengan orang lain kecuali ibuku sendiri. Kali ini aku sendiri harus melanggarnya, dengan menuangkan apa yang ada dalam pikiranku melalui tulisan ini.

Padahal selama ini aku selalu tunduk dengan aturan yang telah kubuat. Tidak sedikit kawan-kawanku yang tau banyak tentang diriku. Meskipun mereka telah berkawan lama bahkan dari sejak belum sekolah.

Namun aku tak lagi mengetahui jalan mana yang harus ku daki sehingga engkau mengetahui tujuanku.

Hingga pada akhirnya diri ini hanya bisa berharap, bintang-bintangku, sinar cahayaku. Banggakanlah dirimu dengan memberanikan diri mencoba keluar dari angkuhnya rasanya aman dalam diri.

Menunjukkan kelebihanmu dengan gaya khas, menghilangkan rasa aman dengan berlindung di balik bulan. Hilangkan rasa takutmu, dengan memulainya dengan keberania terbaharu. Sehingga engaku dapati dirimu yang dapat engkau banggakan tanpa berlindung bulan.

Karena Engkau . . . . . berhak pula mendapatkannya. .