menulis buku resensi non fiksi

Kumpulan Berbagai Contoh Resensi Buku Non Fiksi Terbaru Paling Lengkap

menulis buku resensi non fiksi
pixabay.com

Contoh Resensi Buku Non Fiksi – Kata resensi berasal dari kata kerja dalam bahasa Latin yakni recensere atau revidere. Artinya menimbang, menilai, atau melihat kembali. Dalam Bahasa Belanda istilah tersebut juga memiliki arti sama yang dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris biasa dikenal dengan istilah review. Tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yaitu mengulas buku.

Kata resensi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan pembicaraan tentang buku, ulasan buku.

Sedangkan kata “mengulas” itu sendiri memiliki arti memberikan penjelasan dan komentar; menafsirkan (pendapat, penerangan lanjut); mempelajari (menyelidiki) dan kata “ulasan” mempunyai artian tafsiran, kupasan, komentar.

Isi dari resensi buku yaitu ulasan dari sebuah buku secara singkat dan padat. Meskipun singkat, isi dari resensi tersebut telah mewakili dari keseluruhan buku beserta pendapat-pendapat mengenai buku tersebut.

Sehingga ketika kita meresensi sebuah buku secara tidak langsung kita telah menilai dan mengungkapakan ulang isi dari buku yang kita resensi. Meskipun tujuan dari meresensi sebuah buku itu tidak demikian.

Sebenarnya tujuan dari mersensi sebuah buku ialah ingin menyampaikan atau menginformasikan buku yang telah diulas kepada kayalak masyarakat. Sehingga akan dapat diketahui bagaimana respon masyarakat ataupun calon pembaca buku sebelum membacanya. Selain itu adanya resensi ini juga dapat mengajak pembaca untuk mendiskusikan konflik dan fenomena yang ada pada buku tersebut.

Langah-langkah dalam Meresensi Sebuah Buku:

catatan [menulis]

  1. Melakukan penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang akan diresensi
  2. Membaca buku tersebut secara menyeluruh, cermat, dan teliti
  3. Memberi tanda pada  bagian-bagian buku yang membutuhkan perhatian khusus dan sekaligus menentukan bagian-bagian yang akan dikutip sebagai data rujukan
  4. Membuat intisari atau sinopsis dari buku yang telah dibaca
  5. Menentukan sikap atau penilaian terhadap hal-hal berikut ini: organisasi atau kerangka dari penulisan, isi pernyataan, bahasa sesuai EYD, aspek teknis
  6. merevisi dan Mengoreksi hasil resensi dengan menggunakan dasar- dasar dan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan sebelumnya.

Setelah kita mengetahui apa itu resensi buku, bagaimana tujuan dari mersensi buku dan langkah-langkah meresensi sebuah buku kita akan dapat membuat sebuah resensi dari buku. Nah berikut ini merupakan contoh resensi dari beberapa buku non fiksi dengan karya-karya yang terbaik.

Contoh Resensi Buku-buku Non Fiksi Terbaik

1. Resensi Buku Pemenang Di Atas Pemenang

contoh resensi buku novel
tbnusantara.blogspot.com

Judul Buku         : Pemenang Di Atas Pemenang
Pengarang           : Ahmad Saiful Islam
Penerbit               : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit       : 2013
Tebal   Halaman : ix + 202 halaman

Sinopsis Buku
Buku ini membahas tentang bagaimana seorang pemenang berpikir, bagaimana cara seorang pemenang beraksi, bagaimana cara seorang pemenang menyikapi keadaan di lingkungan sekitar. Dimana masyarakat harus dapat merubah mind set, tidak hanya yang kaya yang dapat berkuasa yang mempunyai harta dapat bebas membeli segalanya.

Namun masyarakat biasa bahkan kalangan bawah juga dapat menjadi penguasa yang mempunyai tahta dan harta. Karena dengan tekad dan usaha, kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Kita juga harus berfikir think out of the box . Jika seseorang ingin meraih kesuksesan penting untuknya keluar dari zona nyaman atau kebiasaan yang selalu dilakukan.

Dan tidak semua hal dipandang ketika telah menjadi sebuah hasil, kita juga memerlukan latihan. Latihan itu berupa proses menuju kesuksesan, tidak ada manusia yang secara tiba-tiba bisa menjadi sukses tanpa adanya proses perjalanan panjang kecuali mereka yang berlatar belakang mempunyai kekayaan berlebih.

Bayangkan saja jika seorang David Beckam yang sekarang telah sangat sukses dalam bidang olah raga sepak bola. Namun dia selalu melakukan Free Kick 700 kali per hari, proses itulah yang membuat dia menjadi pemain sepak bola hebat.

Untuk menuju kesuksesan seseorang dirasa memerlukan penasihat untuk dirinya, namun tidak semua nasihat baik dan harus kita ikuti. Kita sendiri juga harus pandai menyikapi hal ini. Apakah nasehat yang diberikan orang lain itu baik untuk diri kita sendiri atau malah lebih baik memilih keputusan terbaik sendiri tanpa nasehat orang lain?

Di zaman teknologi yang semakin menjamur ini mengharuskan kita untuk berpikir lebih cerdas dan kreatif. Bagaimana cara menyikapi persaingan teknologi yang ada di lingkungan sekitar. Tidak hanya kreativitas yang dapat dituntut dalam menyikapi hal tersebut namun sikap ikhlas membuat kreativitas semakin meningkat.

Ketika seseorang memulai sebuah perbuatan dengan ikhlas pasti akan ada penyelesaiannya. Di saat itu kita telah dapat menyikapi pertumbuhan dan perkembangan teknologi pada lingkungan sekitar. Kita pasti tahu kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk lingkungan sekitar. Setelah kita tahu apa kebutuhan tersebut tinggal bagaimana cara kita menyikapi hal tersebut dan mengembangkan ide untuk mengimplementasikannya.

Secara umum, buku ini membahas tentang dasar-dasar dari cara seseorang menjadi sukses. Mulai dari cara menyelesaikan permasalahan real pada kehidupan. Cakupan yang ada di dalam buku ini dapat diimplementasikan oleh semua kalangan mulai dari kalangan menengah kebawah, mahsiswa. Di Dunia ini ada banyak para pemenang namun masih banyak yang menjadi pemenang di atas para pemenang.

Pada bab tujuh ini anggaplah yang menjadi sebagai pemenang di atas pemenang itu ialah diri kita,

“Kalau Kita terlahir miskin bukan salah Kita, tapi kalau Kita mati miskin, itulah salah Kita”. So, Don’t give to live this life, there’s a will there’s a way .

ingatlah bahwa Allah berfirman dalam QS.13; AL-RA’AD ayat 11:

“sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.”

Saya yakin dan percaya dengan adanya buku ini mampu menyadarkan para pembaca untuk selalu berusaha menjadi pemenang di atas pemenang, dengan membaca buku ini, kita dapat berpikir ulang mengenai masa depan.

Kekurangan Buku: Ada beberapa penggunaan kata yang kurang tepat contoh “saat saya usia 21 tahun” sebaiknya menjadi “ saat saya berusia 21 tahun atau saat usia saya 21 tahun”, ada juga beberapa bahasa yang kurang dimengerti dan tidak ada footnote/catatan kaki.

Kelebihan Buku: Dapat memberikan motivasi kepada para pembaca, banyak gambar di dalam buku ini, covernya juga menarik minat pembaca,  kertas dan cetakannya bagus dan menarik.

2. Resensi Buku Rangking 1st  Bukan Segalanya

contoh resensi buku rangking 1 bukan segalanya
tyawijayanti.blogspot.com

Judul Buku: RANGKING 1st BUKAN SEGALANYA Bekal Memantik Sukses Sesungguhnya
Pengarang : Bambang Wahyudiono
Penerbit : Raih Asa Sukses
Tahun Terbit : 2012
Tempat Terbit Buku : Jakarta
Cetakan ke : Pertama
Tebal Halaman : iv + 188 halaman
Editor : Andriansyah
Deisain Sampul : Yudi Haryanto
Ukuran Buku : p 20cm, l 14cm

Sinopsis Buku
Pepatah latin menyatakan :

“NON scholae sed vitae discimus” kemudian jika diterjemahkan: “kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup”.

Kalau ada orang mengatakan tugas utama mahasiswa ialah kuliah, saya masih bisa satu pendapat. Namun saya tidak setuju jika dikatakan prestasi akademik tinggi otomatis menjadikan karier dari seseorang di tempat kerja kelak juga tinggi. Prestasi mahasiswa ialah prestasi akademik atau hard skills. Namun prestasi sebenarnya bukan ketika di kelas, prestasi atau sukses itu setelah selesai kuliah. Dunia karier! Baik sebagai karyawan ataupun wirausaha.

Sukses  dalam dunia karier tidak ditentukan ranking satu, cumlaude ataupun prestasi akademik lainnya, justru 90% ditentukan oleh soft skills. Keterampilan yang justru minimal diajarkan ketika di sekolah atau perguruan tinggi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh sukses. Ada orang yang sukses dengan cara alami dan ada juga dengan cara lain. Di dalam buku ini hanya bercerita tentang bagaimana sukses dengan cara yang dapat dipelajari melalui proses kematangan diri dan kematangan dalam berorganisasi.

Kematangan tidak dapat diasah dari kegiatan menghafal pelajaran. Kematangan hanya dapat diperoleh dengan mempraktekkannya secara nyata terutama di luar kelas, dalam kehidupan sosial, berorganisasi dan lain sebagainya.

Untuk dapat menjadi manajer tidak cukup hanya jago kemampuan teknis. Manajer juga harus memiliki kemampuan menjadi leadership, kerjasama dan komunikasi yang baik serta kemampuan memengaruhi orang lain (influencing people).

Buku ini berisi enam bagian yang menyatu, dari kenyataan yang ada hingga tips how to (bagaimana) mengatasi berbagai persoalan untuk dapat lolos ke tangga prestasi. Banyak kisah nyata dan pendapat para ahli dalam bidangnya yang diulas dan dikritisi dalam buku ini. Termasuk juga apa yang menjadi budaya di negeri ini. Semua itu untuk mencari tahu dan membuktikan apa kunci mereka yang telah sukses.

Selagi masih menjadi mahasiswa atau pelajar banyak sekali kesempatan yang dapat diasah semenjak dini. Dunia ini layaknya anomali bagi yang tidak mampu dengan rahasia softskills dan hard skills. Keduanya harus dikuasi secara berimbang bagi mereka yang ingin hidupnya sukses. Kuliah hanya sebagian kecil dari proses menuju sukses, tetapi jalan masih sangat berliku untuk meraih segalanya.

Pada bagian kedua dimulai dengan ulasan mengapa ranking 1 bukan segalanya : pemimpin tidak harus ranking satu, sukses dalam berkarier meski bukan bidangnya, faktor hard skills dan soft skills, sistem pendidikan belum dapat maksimal. Ranking satu namun soft skills rendah identik dengan ketidaksuksesan.

Di bagian tiga membahas tentang bagaimana menentukan jalur karier : , bila keliru memilih tempat kerja, menetapkan pilihan berkarier, menghalau hambatan diri, memilih Sekolah Menengah Kejuruan, meningkatkan kompetensi berkarier hingga jawaban sanggupkah saya berwirausaha.

Tuntutan dalam dunia kerja dimuat di bagian empat. Dimulai tips bagaimana proses dan cara lolos seleksi kerja, tuntutan dalam kompetensi profesi, referensi di dunia kerja, leadership dan team work, serta bagaimana penilaian prestasi dunia kerja yang dilakukan. Bagian ini diakhiri dengan bagaimana menjadi pribadi yang berpengaruh dan aneka tuntutan seorang wirausaha.

Sebelum masuk bagian enam penutup, disajikan juga bagaimana seharusnya yang merupakan inti dari how to buku ini yaitu pada bagian lima yang diawali dengan mengasah soft skills sewaktu sekolah atau kuliah, developt soft skills sebelum pensiun dari karyawan, mengubah paradigma, menyadari kesalahan berpikir, sukses modal spiritual, berpikir positif, terus belajar tanpa henti. Selama hayat masih dikandung badan (selama kita masih hidup kita wajib belajar)

Pada bagian akhir ada pernyataan, apa pun risiko jalan hidup yang akan terjadi, menjadi orang sukses atau tidak. Sisi positif seorang ranking satu sewajarnya menjadikan priibadi yang tidak mudah menyerah, tidak mudah frustasi dengan himpitan karier, daya mampu menghindari sikap hidup yang tidak produktif, pemalas dan tidak bertanggungjawab.

Satu lagi yang sangat berarti pada seorang yang pernah meraih ranking satu, yakni melekatnya budaya malu pada diri sendiri. Malu jika tidak dapat berbuat yang terbaik dibanding dengan orang lain atau malu apabila dianggap tidak berprestasi oleh yang menilai kita. Apa pun itu, sukses relatif lantaran penilaian oleh makhluk Tuhan juga. Sukses itu ialah setelah kehidupan dunia ini berakhir. Kehidupan baru dengan modal akhlak terbaik yang tergoreskan oleh diri kita sendiri.

Kelebihan Buku:

  • Ada banyak kalimat-kalimat inspiratif dalam buku. Kalimat-kalimat tersebut biasanya dicetak tebal.
  • Terdapat True Story atau cerita nyata dari teman kerja dan pengalaman hidup penulis yang dapat memberikan motivasi kepada pembaca.
  • Dengan bahasa yang santai dan tidak menggunakan banyak kata-kata kias membuat buku mudah utuk dipahami.
  • Desain halaman yang menarik bisa membuat pembaca tidak jenuh untuk membaca buku ini.
  • Dalam menjelasakan suatu opini, penulis selalu memapaparkan pula mengenai fakta-fakta yang ada dalam masyarakat, membuat pembaca semakin yakin dengan buku ini.
  • Di dalam buku ini juga terdapat penjelasan poin-poin penting dalam melamar kerja.
  • Lebih banyak menggunakan analogi-analogi sehingga memudahkan dalam pemahaman isi buku

Kekurangan Buku

  • Beberapa kata memakai istilah bahasa inggris sehingga bagi yang kurang mengerti bahasa inggris perlu menyesuaikan.
  • Ada banyak penggunaan tanda baca yang salah.
  • Gambar-gambar dan desain halaman hanya berwarna hitam putih.

Saran
Mengingat tingkat keterbacaan dari buku ini maka, buku ini baik dan cocok dibaca untuk usia 15 sampai dengan dewasa. Mulai dari siswa SMA, Mahasiswa, Calon Pegawai dan Karyawan.