Ide untuk bercerita pengalaman pribadi sebenarnya ada banyak namun saya ngga tau harus memulainya darimana. Ingin bercerita tentang masa SMP tapi masa SD sepertinya lebih menarik. Baru memulai untuk menuangkan cerita terindah semasa SD yang masih terngiang-ngiang dalam fikiran namun terhenti sejenak ketika ingat masa SMK.

Terus saja seperti itu sampai ada gajah masuk ke dalam lubang jarum. hehehee
Daftar isi:
Faktor-faktor Terjadinya Stagnant:

Kalau di fikir-fikir iya juga sih, sudah 20 tahun lebih hidup di dunia, masa tidak ada pengalaman menarik yang dapat di ceritakan. Fakta lapangan mungkin akan seperti itu, terbukti ketika saya jalan-jalan menengok ke meja temen, mereka ada juga yang malah menulis tips-tips.
1. Ada Apa dengan Pengalaman Pribadi?

Ada juga orang-orang yang dengan mudah menceritakan pengalaman pribadinya. Orang yang seperti itu juga banyak, tapi mungkin lebih banyak yang kesulitan hehehhe (maaf belum ada sumber riset yang dapat dipercaya).
Mungkin saya termasuk kagetori yang kedua hehehehe. Padahal saya mempuyai pengalaman banyak, misalnya saja pengalaman kuliah+kerja. Dari 2 pengalaman itu saja seharusnya sudah bisa dituangkan dalam 1000 kata bahkan lebih.
Sepertinya teknik menulis yang di ajarkan di Sintesa ini harus benar-benar saya terapkan agar bisa membuat tulisan dengan 500 kata bahkan lebih dan harusnya bisa lebih.
Selain itu agar dapat membuat tulisan yang menarik serta menyenangkan bagi para pembaca. Sehingga tujuan materi membuat tulisan yang enak dibaca oleh user serta sesuai kriteria oleh Google bisa terpenuhi. Selain itu kalau tulisan bagus yang untung juga saya sendiri.
2. Belum Menerapkan Kerangka Tulisan
Terus terang saja sampai saat ini saya belum bisa menerapkan cara yang di ajarkan dari mas Juki kiat-kiat menulis dengan baik dan mudah. Justru ketika saya mau menerapkan cara tersebut saya seolah stagnant (terhenti).Mungkin karena saya belum mau mencoba atau apa saya sendiri juga tidak begitu mengerti.

Cara ini sangat efisien dalam menulis. Selain itu cara ini sudah terbukti dari temen-temen yang sudah menerapkannya. Teknik menulis inilah yang di terapkan oleh para jurnalis sehingga mereka dapat menulis puluhan berita dalam sehari. Karena teknik menulis seperti ini termasuk teknik menulis yang paling dasar.
Karena dari kerangka tersebut bisa dijabarkan menjadi sub-sub judul agar alur cerita lebih menarik. Sehingga untuk mencapai jumlah 500 akan lebih mudah.
Dalam sebuah tulisan 500 kata itu termasuk jumlah kata yang sedikit. Saya menyadari itu sebagai pemula, namun bagi saya jumlah tersebut sudah termasuk lumayan. Apalagi ketika lagi stagnant, semua seolah buntu dan tidak ada yang perlu ditulis maupun diceritakan.
Memang benar membangun suasana yang nyaman dalam menulis itu sangat penting. Agar kita bisa konsentrasi dalam menulis. Selain itu ketika kita bisa fokus dalam menulis hasilnya pun akan lebih enak untuk dibaca.
Hal-hal Kecil Untuk Mencegah Stagnant
Menjauhkan handphone dari jangkauan ketika menulis memang perlu. Hal ini diperlukan karena dapat memicu konsentrasi kita ketika menulis. Misalnnya ketika sedang menulis handphone berada dalam jangkauan, sosial media aktif.


Menjaga Agar Tetap Fokus
Tingkat fokus seseorang itu mempunyai durasi waktu tersendiri dan setiap orang berbeda-beda. Untuk mensiasati hal seperti ini bisa dilakukan dengan cara minum air putih atau berdiri kemudian jalan beberapa langkah dan kembali lagi.


Di atas baru satu saja hal saja yang perlu dihindari untuk memicu konsentrasi. Namun hal tersebut memanglah sangat vital sehingga harus di hindari.
Assalamu’alaikum warahmatullah