masbidin.net – Semenjak terdengar pengumuman diterima kerja olehku, aku mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda. Belum ada pengumuman lulus dari sekolah, namun pengumuman panggilan kerja telah mendahuluinnya. Apa boleh buat saatnya merubah cara berfikir.

Yah walaupun kenyataanya saya belum sepenuhnya ingin berangkat kerja. Tapi bagaimana lagi ini jalan yang harus saya lewati. Ngga ada rumus menyerah dalam hidupku apalagi ketika saya telah memulainya. Berbeda dengan mencoba karena terkadang saya agak malas untuk sesuatu yang baru saya kenal.
Daftar isi:
Awal Perjalanan Menuju Ibu(kota)

Dalam perjalanan kami saling bercerita sama teman tentang bagaimana nanti gambaran kerjanya. Saya sendiri juga radak bingung, masalnya saya sekolah di jurusan Multimedia sedangkan saya berangkat kerja di perusahaan bidang otomotif.
Bahasanya sih “Sekolah ajah ngga pernah lihat baut apalagi pegang. Gimana nanti kalau disuruh meperbaiki mesin yang rusak?” Saya sih positif thingking aja, saya udah diterima kerja yaudah pasti nanti juga mengerjakan pekerjaan yang harus saya kerjakan.

“Gampang nanti kerjaannya, yang dapat bagian masang baut cuma masang baut doang sehari-harinya”, ungkapnya menghibur kami yang masih dalam perjalanan.
Pembicaraan dalam perjalanan pun semakin asyik hingga hari larut dan tak ada dari kami yang dapat menahan rasa kantuk . Tak terasa ternyata matahari telah menampakkan sinarnya menunjukkan pagi telah datang. Awal kami membuka mata ternyata sudah sampai di kota yang tidak pernah tidur itu.
Di kota inilah saya memulai kehidupan yang belum pernah saya alami dalam 18 tahun hidup. Bekerja, yah bekerja. Saya pernah mempunyai anggapan buruk tentang Jakarta. Mungkin karena efek film-film maupun sinetron televisi yang saya jadikan patokan.
5 tahun berlalu saya menghabiskan umur di kota yang sekarang telah mempunyai tempat tersendiri dalam hati. Anggapan buruk itu hilang tanpa sisa setelah saya mengetahui dan mengalami kehidupan disana. Ibu(kota) mengajariku tentang banyak.
Perubahan dalam Kedisiplinan

Contoh kecil ketika saya berangkat kerja, saya selalu berangkat lebih awal. Di perusahaan tempat saya bekerja, jam kerja terhitung sejak pukul 07.00-16.00 WIB untuk yang masuk sift 1. Saya selalu berangkat lebih awal karena berangkat bareng sama temen kosan.

Berangkat lebih awal untuk mengawali sesuatu apalagi dalam hal berkerja ternyata lebih menyenangkan. Daripada selalu tergesa-gesa ngga jelas seperti yang saya alami ketika masih sekolah. Tentunya hal ini sangat berbanding terbalik dengan kehidupan sekolah saya.
Ketika baru memasuki sekolah baru yaitu SMK, awalnya saya juga berangkat sekolah lebih awal. Namun hal ini tidak bertahan lama, mungkin hanya beberapa minggu saja. Padahal saya juga mempuyai teman yang asyik disana. Sedangkan teman sekolah SMK mungkin lebih asyik daripada temen kerja. Bukan mungkin lagi memang lebih asyik. 😀
Saya sendiri juga kurang mengetahui mengapa, sepertinya sudah waktunya untuk berubah. Dari lingkungan juga mendukung, banyak temen dan pemandangan yang saya lihat seperti itu. Semua orang yang beradan di Ibukota terlihat begitu antusias dengan waktu.
Faktor Penunjang Perubahan

Apalagi untuk sebuah perubahan, niat dan tekad yang kuat saja tidak akan cukup jika lingkungan tempat kita tinggal tidak mendukung. Jadi pandai-pandailah dalam memilih lingkungan tempat tinggal telebih untuk keluarga tercinta.
Masih dalam bahasan disiplin di tempat yang sama pula yaitu Ibu(kota) tepatnya di perusahaan otomotif yang saya ikuti. Contoh kecil kali ini tentang makan. Waktu istirahat yang begitu kilat mengajarkan saya melahap makanan hanya dalam beberapa menit.
Meski terkadang tidak bernafsu makan, namun tetap menghabiskan makanan dalam hitungan menit. Tentunya ini berlawanan dengan kebiasaan makan saya ketika masih di kota sate itu. Bahkan ketika sedang lapar pun kalau tidak nafsu saya tidak makan.

Demikian sekelumit cerita tentang awal perubahan dalam hidup yang saya alami di Ibu(kota) khususnya dalam hal disiplin. Bersahabat baiklah dengan waktu, jangan sampai diatur waktu.
Ayo melakukan perubahan menjadi lebih baik, ayoo berhijrah. Kapan lagi mau berhijrah kalau tidak di mulai dari sekarang? Yakin besok masih hidup?
Assalamu’alaikum warahmatullah