Celoteh Pertama masbidin.net

Assalamu’alaikum warahmatullah

Hari ini dapet saya tugas dari mas Juki (mastah yang ngajarin saya membuat website). Tugas kali ini menulis sebuah artikel tentang pengalaman atau aktivitas sehari-hari. Setelah sebelumnya membeli domain, men-setting DNS  karena tempat membeli domain dan hosting berbeda sehingga harus mengganti DNS (Domain Name Server). Dilanjut dengan menginstal WordPress dan beberapa pulgin pendukung WordPress.

writing
pixabay.com

 

Lebih Tepatnya Tugas Pertama

Berikut ini merupakan tulisan pertama saya di website ini. Karena baru pemula banget, jadinya diberi batasan-batasan  menulisnya agar artikelnya bisa bagus. Syarat menulis artkelnya ngga begitu berat. Yaa cuma nulis artikel dengan jumlah kata minimal 500 kata ditambah harus ada 7 gambar dengan resolusi lebarnya minimal 700 pixel. (dalam hati WOW)

frog bingung
pixabay.com

Belum Adanya Rasa Percaya Diri

Waktu baru denger sih mikir bisa ngga yaa, bisa ngga yaa tapi yaudahlah dicoba aja dulu lagian batas waktunya juga lama.  Sambil mencoba menulis emm lebih tepatnya belajar menulis setelah sekian lama tidak menulis apalagi tentang pengalaman atau aktivtas sehari-hari karena seingat saya terakhir menulis pengalaman pribadi itu waktu masih SD.

anak sd pmiiugmdotorg
pmiiugm.org

Dulu waktu SD setelah libur panjang biasanya guru pengajar saya memberikan tugas menulis pengalaman selama liburan. Asyiknya tuh yang bikin sampai sekarang masih saya ingat, waktu itu hampir semua temen satu kelas pasti mengawali cerita  dengan kata “pada suatu hari” wkwkwkwk. Yah namanya juga masih anak SD maklumlah, padahal sampe sekarang pun ketika mau menulis masih bingung mau mengawalinya dengan kata apa wkwkkw.

pixabay.com

Namun sepertinya yang mengalami kesulitan untuk membuat artikel tentang pengalaman pribadi tidak saya sendiri. Ada juga beberapa yang masih melihat-lihat atau bertanya-tanya  sesama angkatan, mau cerita apa sih? bahkan ada juga yang pindah-pindah tempat sambil membawa buku tulis untuk mencari inpirasi apa yang mau ditulis. Namun ada juga yang langsung menulis tentang pengalaman pribadinya. Temen yang duduknya disamping tempat duduk saya misalnya. Dia langsung menuliskan pengalaman pribadinya ketika memenangkan kontes membuat logo (kalo ngga salah).

Bagi yang belum biasa menulis artikel seperti saya, 500 kata itu jumlah yang bisa dirasa sudah banyak, meskipun itu bercerita tentang pengalaman pribadi. Namun bagi para mastah-mastah yang sudah begelut di dunia tulis menulis jumlah tersebut bisa didapat hanya dalam waktu 10 menit.

pixabay.com

Namun Harus Tetap Mencoba

Menulis artikel pengalaman pribadi yang sudah dijalani ajah masih kesulitan yak apalagi kalau disuruh meulis surat cinta wkwkwk bisa butuh waktu berminggu-minggu mungkin kali yaa :D. Ini ajah masih menulis — hapus—menulis—hapus wkkwk, maklum baru pertama kali menulis di website. Ini juga website pertama saya setelah sebelumnya pernah membuat blogspot (baca: sekedar coba-coba blog).

malu
pixabay.com

Mungkin ini adalah unek-unek yang saya rasakan dan bisa untuk di publikasi karena sebenarnya saya sendiri agak malu atau ngga begitu bisa untuk bercerita pengalaman pribadi apalagi untuk di publikasi dan terdokumentasi lagi (oooooo). Kalo hanya bercerita di depan temen-temen sih  yaa wajarlah apalagi saat perkenalan. Mungkin kalo itu lebih tepatnya terpaksa kali yaa wkwkwk

pixabay.com

Lagian kalau hanya cerita di depan temen-temen kan tidak terdokumentasi, jadinya lebih lega aja kalau cerita pengalaman pribadi. Karena saya berfikir yang saya ceritakan belum tentu bisa diingat semuanya oleh temen-temen yang mendengarkan. (itu juga kalau di dengerin #eh)

Tercapainya 500 Kata

Untuk satu post pertama di masbidin.net saya rasa cukup sampai sini saya dulu. Kelebihan kata yang ada di post ini akan saya ceritakan pada artikel selanjutnya supaya bisa menambah-nambah post saya :D. Maklumlah baru newbi pake sangat sehingga belum bisa menuangkan seluruh isi fikiran.

Sekian celoteh pertama dari masbidin.net semoga bisa menjadi inspirasi bagi saya pribadi dan kepada para pembaca pada umumnya.

Assalamu’alaikum warahmatullah